5 Jam Napi Kabur Tertangkap

BANYUWANGI-Sugeng Widodo, 17, tahanan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi berhasil dibekuk kembali oleh petugas. Hanya dalam tempo lima jam setelah kabur dari Lapas Senin kemarin (21/12), tersangka kasus penambangan emas liar itu berhasil ditemukan.

Tahanan yang masih berstatus di bawah umur itu ditangkap saat bersembunyi di rumah saudaranya di Desa Pandan, Kecamatan Genteng. Sugeng yang tinggal di RT02/RW IV, Dusun Silir Baru, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, itu berhasil kabur dari Lapas sekitar pukul 11.30.

Saat itu, aparat kepolisian dan petugas Lapas diturunkan untuk memburu Sugeng. Setelah beberapa jam melakukan pencarian di beberapa tempat, sekitar pukul 15.30 Sugeng sukses dibawa masuk kembali ke dalam Lapas.

Kepala Seksi Pembinaan Lapas Banyuwangi, Sunaryo mengatakan, keberhasilan petugas membawa kembali Sugeng ke Lapas berkat informasi yang diberikan keluarga tersangka. Beberapa jam setelah kabur, pihak keluarga menginformasikan bahwa Sugeng berada di rumah kakaknya di Desa Pandan.

Saat itu juga polisi dan petugas Lapas langsung meluncur ke Desa Pandan. Sesampainya di sana, informasi keluarga itu ternyata benar. Saat petugas datang, Sugeng sedang bertemu kedua orang tuanya yang datang dari Kecamatan Pesanggaran.

Tanpa menunggu lama, saat itu juga petugas langsung membawanya kembali ke Banyuwangi. Setibanya di Lapas, petugas langsung melakukan interogasi terhadap tersangka yang ditangkap polisi pada tanggal 19 November 2009 itu.

Sunaryo mengungkapkan, Sugeng kabur dari Lapas karena kangen dan ingin bertemu kedua orang tuanya. Didorong rasa kangen itu, akhirnya Sugeng nekat dan memutuskan untuk kabur dari Lapas.

Menurut Sunaryo, Sugeng kangen berat kepada orang tuanya. Sebab, sejak ditahan di Polres sebulan lalu, dia tidak pernah bertemu orang tuanya. Kedua orang tua tidak pernah membesuk Sugeng, baik saat di sel Polres maupun di Lapas. “Sekarang, dia sudah ada di Lapas lagi, dan kondisinya sehat-sehat saja,” jelas Sunaryo.

Informasi yang dikumpulkan wartawan koran ini dari petugas di Mapolres Banyuwangi menyebutkan, sejak Sugeng ditahan pada tanggal 20 November 2009 lalu, sama sekali tidak ada keluarga yang membesuknya. Petugas sempat menduga bahwa Sugeng tidak memiliki keluarga. Tersangka kasus penambangan liar yang lain sering dibesuk keluarganya, sedangkan keluarga Sugeng tidak pernah datang.

Saat di sel tahanan Mapolres, Sugeng terlihat cukup tertekan. Dia lebih banyak berdiam diri dan mengasingkan diri dari beberapa tahanan lain. “Saat dilimpahkan, dia diam saja,” tegas salah seorang petugas Satreskrim Polres.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sugeng berhasil melewati penjagaan ketat petugas Lapas. Dia berhasil kabur setelah menyaru sebagai pengunjung dan keluar gerbang Lapas membaur bersama pengunjung yang lain.

Sugeng merupakan tahanan titipan Kejaksaan dan tinggal di Lapas selama lima hari. Sebelumnya, Sugeng mendekam di sel tahanan Polres. Setelah berkasnya dinyatakan sempurna, Sugeng dititipkan di Lapas dan menjadi tahanan Kejaksaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: